"Dan puji Tuhan, kegiatan hari ini berhasil mencatat pembukaan sebanyak 220.194 rekening SimPel secara serentak di seluruh wilayah Provinsi NTT dari 23 kantor cabang di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Luar biasa!" kata Awan.
Bagi MURI, pencapaian tersebut tidak semata-mata soal memecahkan angka rekor. Ada tujuan untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan sekaligus membangun budaya menabung sejak usia dini.
"Rekor pada hari ini tentunya bukan semata demi pengakuan atau mendapatkan sebuah penghargaan rekor MURI, tapi rekor hari ini adalah sebagai bentuk apresiasi bagi kami untuk mendorong kegiatan ini dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan sejak usia dini dan juga menanamkan budaya menabung sejak usia dini. Inilah esensi sebuah rekor pada hari ini," ujarnya.
Capaian tersebut berlangsung hanya beberapa hari setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Flores. Ketika suasana duka masih terasa, masyarakat di wilayah lain di NTT tetap menjalankan rangkaian Hari Indonesia Menabung.
Rekor yang tercatat pada hari itu pun tidak sekadar menjadi capaian angka, tetapi juga membawa pesan tentang semangat masyarakat NTT untuk bangkit. Awan mengatakan semangat masyarakat untuk tetap menjalankan kegiatan dan menyiapkan masa depan generasi muda menjadi bagian yang membuat pencapaian tersebut terasa berbeda.
"Di samping saya excited ya, jadi di tengah-tengah musibah yang terjadi, semangat untuk bangkit, semangat untuk pulih luar biasa ini dihadirkan oleh segenap masyarakat NTT. Tentunya ini rekor yang mengharukan di tengah-tengah situasi bencana yang terjadi. Masyarakat NTT telah membuktikan sebuah semangat, sebuah motivasi untuk bangkit, bangkit, dan bangkit pulih kembali," kata Awan.
Sementara itu, Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus juga melihat pencapaian tersebut sebagai salah satu momentum untuk menatap masa depan NTT.
"Hari ini dari titik paling selatan Indonesia, kita harus berbangga bahwa NTT mencetak satu rekor baru untuk kegiatan menabung yang paling banyak, sehingga atas rekor tersebut akan dicatat dalam Rekor MURI. Ini hal yang sangat membanggakan dan saya berpikir mungkin inilah awal dari kebangkitan kita di NTT ini untuk menyongsong satu masa depan yang lebih baik," kata Charlie.
Bagi pelajar yang menjadi bagian dari gerakan tersebut, pembukaan rekening SimPel pada akhirnya bukan sekadar angka dalam sebuah rekor. Ada kebiasaan yang ingin dibangun dari uang yang disisihkan sedikit demi sedikit.
Dari uang jajan yang sederhana, pelajar mulai diperkenalkan pada cara mengelola uang, mengenal perbankan, dan mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan yang lebih besar ketika kelak memasuki dunia kuliah dan kerja.