Upaya tersebut perlu didukung kerja sama antara regulator, pelaku industri, akademisi, dan asosiasi profesi seiring berkembangnya layanan keuangan digital.
Anggota Dewan Pembina UID Foundation Tuti Hadiputranto mengatakan pengelolaan teknologi menjadi aspek penting dalam menentukan masa depan keuangan digital.
“Masa depan keuangan digital tidak ditentukan oleh seberapa canggih teknologi yang kita miliki, melainkan seberapa bijak kita mengelolanya,” ujarnya.
Selain keamanan siber, penguatan tata kelola juga menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan terhadap institusi dan layanan keuangan digital. Dengan demikian, perkembangan teknologi perlu diimbangi pengelolaan risiko dan akuntabilitas yang memadai.
Laporan lainnya, Membangun Ketahanan Bisnis melalui Kepemimpinan Keuangan yang disusun melalui Indonesia-Australia Executive Business & Finance Dialogue 2026, membahas upaya memperkuat ketahanan organisasi, kepemimpinan, dan kompetensi tenaga kerja dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik serta disrupsi teknologi.
Laporan tersebut menemukan bahwa ketahanan organisasi semakin menjadi sumber keunggulan kompetitif dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik, perubahan hubungan perdagangan, dan disrupsi teknologi.