Kiki menyebut keberlanjutan momentum pertumbuhan mesti menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya, kenaikan inflasi global akibat eskalasi konflik geopolitik yang kembali menaikkan harga minyak, serta El Nino yang berpotensi mendorong kenaikan harga pangan dan komoditas pertanian.
"Kenaikan inflasi telah mendorong kebijakan suku bunga global yang higher for longer, ditandai dengan kenaikan suku bunga kebijakan di Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang, dengan pasar masih mengekspektasikan kenaikan suku bunga di akhir tahun 2026 dan terus berlanjut di tahun 2027," beber ia.
Dampaknya juga terasa pada imbal hasil (yield) obligasi pemerintah yang menyentuh level tertinggi dalam dekade terakhir. Ia membeberkan yield obligasi pemerintah di AS dan Eropa terpantau kembali ke level sebelum 2008. Sementara di Jepang kembali ke level sebelum 1997.