NADIKABAR.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat ada 26 rencana penawaran umum yang masih mengantre di pasar modal Indonesia hingga Oktober 2026. Total nilai indikatif penghimpunan dana dari rencana tersebut mencapai Rp 24,46 triliun.
"Sementara pada pipeline terdapat 26 rencana penawaran umum dengan nilai indikatif sebesar Rp 24,46 triliun," kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi dalam konferensi pers RDK Bulanan OJK, Kamis (5/11/2026).
Menurut Hasan, minat korporasi untuk mencari pendanaan melalui pasar modal masih cukup tinggi. Hal ini tercermin dari nilai penawaran umum yang telah mencapai Rp 209,77 triliun sepanjang tahun berjalan atau year to date (YTD).