Arya menceritakan, saat berkunjung ke lokasi tersebut, dirinya sempat berbincang dengan salah satu pelaku UMKM. Sebelumnya, UMKM tersebut mengaku bisa menghabiskan hingga 20 tabung LPG subsidi dalam sebulan.

Setelah memanfaatkan gas hasil pengolahan sampah, pelaku UMKM tersebut mengaku tidak lagi menggunakan LPG 3 kg dan lebih untung. Dengan begitu kata Arya, kondisi ini juga dapat menghemat subsidi LPG 3 kg.

"Berarti kan juga bisa mengurangi beban subsidi dan juga bisa mengurangi ketergantungan kita pada bahan bakar fosil," terangnya.