NADIKABAR.COM — PT Pertamina (Persero) terus mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) melalui program Desa Energi Berdikari (DEB), salah satunya di DEB TPAS Manggar, Balikpapan, Kalimantan Timur. DEB TPAS Manggar mengolah sampah perkotaan menjadi gas untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat sekitar.
Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita menyampaikan melalui program tersebut, sebanyak 385 ton sampah perkotaan per hari diolah menjadi gas dengan kapasitas mencapai 583 ribu meter kubik per tahun. Gas dimanfaatkan sebagai pengganti LPG 3 kg oleh 380 rumah tangga dan 29 UMKM.
"Nah ini yang menarik bagaimana mereka bisa mengolah sampah yang ada di TPA itu ditarik gas ini untuk bisa dimanfaatkan oleh sekitar 380 KK di sekitar TPA dan itu hasilnya signifikan. kkarena di situ juga bisa menghidupi 29 UMKM yang di mana di sana bisa menjadi bahan bakar bagi LPG," kata Arya dalam acara Pertamina Talk Episode 3 di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Kamis (5/11/2026).
Arya menceritakan, saat berkunjung ke lokasi tersebut, dirinya sempat berbincang dengan salah satu pelaku UMKM. Sebelumnya, UMKM tersebut mengaku bisa menghabiskan hingga 20 tabung LPG subsidi dalam sebulan.
Setelah memanfaatkan gas hasil pengolahan sampah, pelaku UMKM tersebut mengaku tidak lagi menggunakan LPG 3 kg dan lebih untung. Dengan begitu kata Arya, kondisi ini juga dapat menghemat subsidi LPG 3 kg.
"Berarti kan juga bisa mengurangi beban subsidi dan juga bisa mengurangi ketergantungan kita pada bahan bakar fosil," terangnya.