Meski demikian, harga Brent masih bertahan di atas US$ 100 per barel. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan sekitar US$ 73 per barel sebelum perang Iran pecah pada akhir Februari.

Konflik di Timur Tengah juga membuat peningkatan target produksi OPEC+ sepanjang 2026 sebagian besar hanya terjadi di atas kertas. Tujuh negara utama OPEC+ memproduksi sekitar 25 juta barel per hari (bpd) pada Agustus, naik 630.000 bpd dibandingkan Juli, namun produksi tersebut masih sekitar 5 juta bpd lebih rendah dibandingkan level sebelum perang pada Februari.

OPEC+ juga masih mempertahankan pemangkasan produksi 2 juta bpd yang mencakup sebagian besar anggotanya. OPEC+ selanjutnya dijadwalkan kembali menggelar pertemuan pada 1 November. Perubahan target produksi diperkirakan belum dilakukan sebelum 2027.