Laporan tersebut, menurutnya, memberikan transparansi mengenai bagaimana model bekerja sehingga peneliti dan institusi lain dapat memahami kemampuan sekaligus keterbatasannya.
"Laporan yang kami keluarkan memberikan banyak transparansi mengenai bagaimana model bekerja, sehingga peneliti dan institusi lain tak hanya dapat memahami kemampuannya, tetapi juga batas-batasnya," kata Sandy.
Pendekatan tersebut, lanjutnya, penting karena pemahaman mengenai kemampuan dan keterbatasan AI tidak hanya menjadi tanggung jawab pembuat model. Peneliti dan institusi lain juga perlu memiliki informasi untuk memahami teknologi yang semakin berkembang tersebut.
Hal lain yang menjadi bagian dari pendekatan OpenAI adalah umpan balik (feedback) dari masyarakat. Sandy mengatakan percakapan dengan pengguna, komunitas, dan berbagai pihak dapat menjadi masukan yang kemudian digunakan kembali dalam proses pengembangan model.
"Semua itu memungkinkan kami untuk berpikir dengan sengaja mengenai bagaimana sebuah model dibangun," ujarnya.
Ia memberikan contoh pengembangan produk yang ditujukan khusus untuk remaja. Menurut Sandy, keputusan membuat pengalaman ChatGPT untuk remaja juga dipengaruhi oleh berbagai percakapan dengan komunitas orang tua.