OpenAI sebelumnya melakukan diskusi dengan komunitas parenting mengenai kekhawatiran mereka terhadap penggunaan AI oleh remaja, bagaimana mereka memahaminya, serta hal-hal yang belum mereka pahami.
"Dalam konteks percakapan hari ini mengenai remaja dan penggunaan ChatGPT, ketika kami membangun sebuah model kemudian membangun produk di atasnya yang secara khusus ditujukan untuk remaja, itu karena kami telah belajar dari diskusi seperti yang kami lakukan pada Agustus (lalu) dengan komunitas parenting," kata Sandy.
Menurutnya, informasi mengenai kekhawatiran dan kebutuhan masyarakat tersebut kemudian dimasukkan kembali ke dalam proses pengembangan produk. Sandy mengakui bahwa kemampuan model AI meningkat dengan sangat cepat. Karena itu, pendekatan terhadap keamanan juga perlu terus diperbarui.
"Semua ini berarti kemampuan model meningkat dengan sangat cepat dan kami secara real time menyempurnakan pendekatan kami terhadap keamanan," ujarnya.Ia menegaskan keamanan dan pengembangan AI tidak seharusnya dipandang sebagai dua hal yang terpisah.
"Kami meyakini bahwa AI harus aman agar dapat memberikan manfaat, dan keamanan perlu ada di berbagai bagian dalam proses, bukan hanya pada satu titik waktu," tegasnya.
Dengan pendekatan tersebut, OpenAI menggambarkan pengembangan AI sebagai proses yang berjalan beriringan dengan pengembangan sistem keamanan. Model terus dikembangkan, sementara pengamanan, evaluasi, transparansi, dan masukan dari masyarakat juga terus digunakan untuk menyempurnakan cara AI dibangun dan dirilis.