NADIKABAR.COM — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengintensifkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan, meskipun sebagian daerah sudah mulai diguyur hujan secara alamiah.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa sebanyak 1.000 kg garam dalam satu sorti dihabiskan dalam pelaksanaan modifikasi cuaca harian di Kalimantan Barat, untuk wilayah sebaran Ketapang dan Kayong Utara.

Sementara itu, di Provinsi Kalimantan Tengah, petugas menyebarkan total 3.900 kilogram es kering atau dry ice serta 800 kilogram garam melalui enam sorti penerbangan. Kedua material modifikasi cuaca ini disemai secara sekaligus mengingat luasnya sebaran titik api karhutla.

"Kalimantan Tengah mencatatkan angka lahan yang belum dipadamkan paling tinggi yaitu seluas 321 hektare lebih," kata dia.

Adapun untuk wilayah Kalimantan Selatan, BNPB tidak melaksanakan modifikasi cuaca secara langsung, melainkan mengerahkan armada pesawat dari wilayah tersebut untuk mendukung penanganan di Kalimantan Tengah, yang mencakup Kabupaten Tapin, Banjar, Barito Kuala, hingga Kotabaru.

Dukungan serupa juga diterapkan di Sumatera Selatan melalui pelaksanaan tiga sorti penerbangan, dengan menyebarkan 1.600 kg dry ice serta 800 kg garam yang difokuskan terutama di Kota Palembang, Banyuasin, OKI, dan Ogan Ilir.

Bahkan, BNPB menyiagakan pesawat dari Riau untuk mendukung operasi satgas udara di Sumatera Selatan. Ini dikarenakan luas karhutla Sumsel yang belum padam lebih kurang 80 hektare lagi.

"Modifikasi cuaca tidak dilakukan di Provinsi Jambi karena kondisi ketersediaan awan yang kurang mendukung, tapi pesawat dari Riau disiagakan untuk membantu mendukung operasi penerbangan di Sumatera Selatan," kata dia.

Selain operasi udara melalui modifikasi cuaca, BNPB memastikan bahwa berbagai perlengkapan pendukung darat seperti pompa air dan alat pelindung diri (APD) telah didistribusikan secara merata kepada kelompok-kelompok yang bertugas melakukan pemadaman karhutla, baik dari unsur kementerian dan lembaga, TNI-Polri, pemerintah daerah, hingga pihak swasta.