Di tengah ekspansi tersebut, kualitas kredit Maybank Indonesia juga semakin membaik. Per September 2026, rasio kredit bermasalah atau non-performing loans (NPL) gross turun menjadi 2,1% dari 2,4%, sementara NPL net membaik menjadi 1,3% dari 1,5% pada September 2025.

Perbaikan kualitas aset tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan kredit Maybank Indonesia berjalan seiring dengan pengelolaan risiko yang terjaga dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, sebagaimana tercermin dari penurunan rasio kredit bermasalah.

Dari sisi pendanaan, Maybank Indonesia melaporkan pertumbuhan giro dan tabungan atau current account and savings account (CASA) sebesar 16,7% menjadi Rp 79,81 triliun. Rasio CASA turut menguat menjadi 64,1% pada September 2026 dari 52,2% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan porsi dana murah tersebut mencerminkan perbaikan komposisi pendanaan Bank, yang turut mendukung efisiensi biaya dana untuk menopang pertumbuhan bisnis.

Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan mengatakan capaian kinerja perseroan pada sembilan bulan pertama tahun 2026 menunjukkan konsistensi Bank dalam menjaga pertumbuhan berkelanjutan.

"Pertumbuhan kredit di berbagai segmen bisnis dan perbaikan komposisi pendanaan turut mendukung kinerja bisnis inti Maybank Indonesia di tengah volatilitas pasar keuangan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (30/10/2026).