Sejalan dengan itu, per September 2026 Maybank Indonesia membukukan pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) sebesar Rp 5,75 triliun, meningkat 4,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan pendapatan bunga bersih tersebut didukung penurunan beban bunga serta peningkatan pendapatan bunga dari bisnis pembiayaan anak usaha.

Pendapatan operasional atau gross operating income (GOI) tercatat sebesar Rp 7,28 triliun, tumbuh 0,4% secara tahunan. Dengan capaian tersebut, laba sebelum pajak konsolidasian Maybank Indonesia sepanjang sembilan bulan pertama 2026 mencapai Rp 1,43 triliun.

Pertumbuhan juga terjadi pada bisnis syariah Maybank Indonesia. Hingga September 2026, pembiayaan Unit Usaha Syariah naik 18,4% secara tahunan menjadi Rp 32,46 triliun. Laba sebelum pajaknya meningkat 29,4% menjadi Rp 668 miliar.

Sementara itu, dana murah (CASA) tumbuh 12,6% menjadi Rp 25,58 triliun, dengan rasio CASA naik dari 62,2% menjadi 70,8%. Peningkatan tersebut turut mencerminkan penguatan struktur pendanaan bisnis Maybank Indonesia.

Setelah menyelesaikan transformasi menjadi grup keuangan terintegrasi pada Agustus 2026, Maybank Indonesia memprioritaskan penguatan kolaborasi antarentitas serta pemanfaatan kapabilitas bisnis untuk menghadirkan solusi keuangan yang lebih komprehensif bagi nasabah.