Namun, informasi mengenai kelangkaan yang terus bermunculan dapat memengaruhi persepsi konsumen dan berpotensi memicu panic buying. Dalam kondisi seperti ini, keputusan membeli tidak lagi semata-mata didasarkan pada kebutuhan, tetapi juga kekhawatiran akan semakin sulitnya memperoleh produk.
Dari perspektif perilaku konsumen, Prof Megawati mengingatkan masyarakat agar tidak terlalu panik atau ikut-ikutan menimbun beras.
"Masyarakat tidak perlu terlalu panik atau ikut-ikutan menimbun. Beli sesuai kebutuhan saja. Kalau merek yang biasa dibeli tidak tersedia, bisa mempertimbangkan alternatif yang kualitas dan harganya masih sesuai," ujarnya.
Di sisi lain, pemerintah perlu memastikan informasi mengenai ketersediaan dan harga beras disampaikan secara jelas kepada masyarakat. Hal ini penting agar konsumen tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan rumor atau kekhawatiran akan kehabisan stok.