Sebelumnya Humas Kemenhut Ristianto Pribadi menunjukkan jumlah titik panas (hotspot) nasional turun dari 1.085 titik pada 12 Oktober menjadi 244 titik pada 13 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB, atau berkurang sekitar 77,5 persen.

Meski demikian, Sumatra Selatan masih menjadi perhatian karena jumlah titik panas di provinsi tersebut dilaporkan meningkat 92 persen dibandingkan periode sebelumnya.

"Terkait dengan penanganan penyelamatan satwa liar. Berdasarkan catatan kami di Kemenhut, kami dibantu relawan, CSO, telah menyelamatkan 232 individu satwa liar di enam provinsi prioritas, 71 di antaranya adalah orang hutan," kata dia

Selain itu, rata-rata hotspot harian Kalteng turun 30 persen, individu satwa liar ditangani (per 8 Oktober) naik dari 206 per 29 September termasuk 71 orangutan di Kalbar dan Kalteng. Kemudian operasi pemadaman di enam provinsi sejak Januari yang didukung 50 unit armada udara yang terdiri dari 32 water bombing, 12 patroli udara, dan 6 modifikasi cuaca, dan memperkuat 1.419 Polhut dan Manggala Agni di enam provinsi yang terdiri dari 5.000 ASN Kemenhut disiagakan.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional, Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko, menyampaikan bahwa kebakaran gambut berulang menjadi persoalan serius, khususnya saat musim panas panjang dan fenomena El Nino.

"Terima kasih. Jadi, kan persoalan gambut di Indonesia itu adalah kebakaran yang selalu terulang, ya. Terutama ketika musim-musim panas yang sangat panjang seperti saat ini, saat-saat El Nino, itu keba- kebakaran gambut ada di mana-mana,” kata dia.

β€œDan arahan Pak Presiden, kami diharapkan untuk bisa mengelola gambut, namanya badan pengelolaan, mengelola gambut agar nanti ketika terjadi musim kemarau yang ekstrem seperti saat ini, kebakaran bisa ditekan, sehingga tidak mengganggu kehidupan masyarakat dan juga tidak mengganggu kesehatan,” ungkapnya usai pelantikan di Istana, Jakarta, pada Kamis (15/10).