NADIKABAR.COM — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Kamojang memanfaatkan energi panas bumi untuk mempercepat pengeringan pupuk organik dari 14 hari menjadi 12 jam melalui inovasi Geofert dalam program pemberdayaan masyarakat.

Perwakilan fungsi Kehumasan PGE Kamojang Erwandi di Kamojang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa, mengatakan teknologi pengeringan tersebut menggunakan alat bernama Dry Cube yang memanfaatkan panas bumi.

"Dari yang awal kalau kita pakai matahari biasanya kita bisa membutuhkan 14 hari, ternyata dengan panas bumi namanya Dry Cube itu cuman butuh 12 jam," ujar Erwandi.

Inovasi tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat Kanyaah yang mengembangkan pemanfaatan langsung energi panas bumi untuk kegiatan ekonomi warga sekitar.

Melalui program Geofert (Geothermal Fertilizer), limbah organik rumah tangga dan pertanian diolah menjadi pupuk yang dapat dimanfaatkan kembali oleh petani lokal.

Petani muda mitra binaan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Kamojang, Hendro, menjelaskan pemanfaatan pupuk organik Geofert dalam kegiatan pertanian di Kamojang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/10/2026). ANTARA/Aditya Ramadhan