"Setiap jam kita lihat, begitu ada potensi awan, kita langsung ukur berapa apa kelembapannya dan kalau sudah mencukupi, kita langsung lakukan modifikasi cuaca," katanya.
Hujan yang dihasilkan dari OMC kemudian diharapkan membantu membasahi lahan terbakar, menambah cadangan air, maupun mengisi sekat kanal dan waduk sebagai bagian dari upaya penanganan kekeringan. Namun, jumlah dan lokasi hujan yang benar-benar turun tetap dipengaruhi kondisi atmosfer. OMC bukan jaminan bahwa hujan akan jatuh tepat di setiap titik kebakaran.
Pembasahan gambut penting karena kebakaran di ekosistem ini tidak selalu berupa api yang terlihat menyala di permukaan. Ketika gambut mengering, bahan organik di dalamnya dapat terbakar dan bara dapat bertahan di bawah permukaan tanah. Pemadaman perlu dilanjutkan dengan pendinginan dan pembasahan gambut agar bara tidak kembali menyala.
"Upaya kita pemadaman dulu, setelah pemadaman, pendinginan. Setelah pendinginan apa? Perendaman, pembasahan. Karena hanya dengan membasahi gambut ini kita bisa mencegah terjadinya kebakaran lagi," ujarnya.
Karakteristik gambut membuat penanganannya berbeda dari kebakaran vegetasi di permukaan. Api dapat merambat di bawah permukaan tanah melalui lapisan bahan organik yang mengering, dan bagian yang terbakar tidak selalu terlihat dari luar.
Karena itu, hujan yang membasahi permukaan belum tentu otomatis memadamkan seluruh bara di bawah tanah. Petugas tetap perlu memastikan area yang terbakar telah didinginkan dan dibasahi dengan memadai.
Upaya pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan hujan yang datang saat kebakaran berlangsung. Di sinilah pengelolaan tata air gambut, termasuk pembangunan sekat kanal, berperan.
Sekat kanal merupakan struktur yang dipasang pada kanal drainase buatan untuk menahan aliran air agar tidak cepat keluar dari kawasan gambut. Dengan menahan air lebih lama, sekat kanal membantu meningkatkan daya simpan air dan mengurangi penurunan muka air di lahan gambut di sekitarnya.
Fungsi tersebut dijelaskan dalam peraturan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengenai pemulihan ekosistem gambut. Prinsipnya adalah menahan dan menampung air selama mungkin di dalam wilayah kesatuan hidrologi gambut agar lahan di sekitarnya tetap basah.