Sebaliknya, Indonesia mencatat pertumbuhan sebesar 5,71%. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 10,58 juta kunjungan, meningkat 5,38% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan mendekati 99% dari tingkat kunjungan pada periode yang sama sebelum pandemi.
Capaian ini menunjukkan bahwa pemulihan pariwisata Indonesia terus berlanjut dan semakin mendekati tonggak pencapaian penting.
Kontribusi pariwisata juga tercermin dari pergerakan ekonomi domestik, penerimaan devisa, dan penciptaan lapangan kerja. Sepanjang tahun 2025, perjalanan wisatawan nusantara mencapai 1,2 miliar perjalanan, menghasilkan devisa pariwisata sebesar US$ 18,28 miliar, serta mendukung 25,91 juta lapangan kerja.
Sektor ini berkontribusi langsung sebesar 3,97% terhadap produk domestik bruto (PDB), sementara nilai investasi sektor ini mencapai Rp 73,55 triliun.
Momentum positif tersebut berlanjut pada tahun 2026, di mana perjalanan wisatawan nusantara mencapai 842,15 juta perjalanan hingga Agustus, meningkat 4,29%, dengan devisa pariwisata pada semester I 2026 mencapai US$ 8,43 miliar.