Selain itu, pelaku pasar juga kemungkinan akan mencermati dampak pergantian menkeu terhadap kepastian, konsistensi, dan kredibilitas kebijakan fiskal. Hal tersebut utamanya mencakup pengelolaan APBN, defisit, penerimaan negara, belanja pemerintah, dan koordinasi fiskal-moneter.

"Menurut saya, penguatan IHSG menjelang penutupan tidak bisa semata-mata diatribusikan kepada pergantian Menkeu, karena sentimen geopolitik dan harga minyak masih menjadi dominant market driver. Tetapi, munculnya katalis domestik berupa pergantian Menkeu dapat memberikan counterbalance terhadap sentimen negatif global," jelasnya.

Nafan menilai, apabila pasar menilai kabinet baru mampu memperkuat koordinasi ekonomi, menjaga disiplin fiskal, dan mempercepat stimulus yang produktif, hal tersebut berpotensi menjadi katalis positif lanjutan bagi IHSG.

Sementara itu, Pengamat Pasar Modal Elandry Pratama, menilai reshuffle menjadi sentimen positif bagi pergerakan IHSG. Menurutnya, Suahasil menjadi unsur keberlanjutan bagi pengelolaan fiskal dan risiko perubahan kebijakan yang terlalu drastis relatif lebih terbatas.