Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky mengatakan pemulihan sektor perikanan menjadi prioritas karena banyak masyarakat menggantungkan pendapatan dari kegiatan penangkapan ikan dan budi daya tambak.

Banjir pada akhir November 2025 merusak tambak, menjebol tanggul, serta membawa sedimentasi lumpur yang menghambat sirkulasi air.

Upaya menghidupkan kembali usaha masyarakat telah berjalan dengan dukungan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sebanyak 4,2 juta benur udang vaname disalurkan untuk tambak seluas 120 hektare sebagai langkah awal mengembalikan produktivitas kawasan budi daya terdampak.

"Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat bisa kembali berusaha. Pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar dukungan untuk pemulihan sektor perikanan di Aceh Timur dapat terus berlanjut," pungkasnya.