NADIKABAR.COM — Paus Leo mengkritik Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan CEO Nvidia Jensen Huang karena meremehkan risiko ancaman AI. Ia mengatakan ancaman AI terhadap masa depan umat manusia bukan berita palsu dan harus ditanggapi secara serius.
Huang dan Trump dalam beberapa minggu terakhir menentang seruan sejumlah peneliti untuk mengerem pengembangan AI, serta perlunya regulasi dan pengawasan. Trump bahkan menyebut kekhawatiran bahaya AI bagi umat manusia hanya hoax.
"Saya rasa kekhawatiran yang disampaikan oleh banyak pakar, spesialis di bidang AI, harus ditanggapi dengan serius," kata Paus Leo kepada media dalam penerbangan ke Roma setelah kunjungan ke Prancis, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (29/9/2026).
"Saya rasa itu bukan berita palsu, seperti yang dikatakan beberapa orang," sambungnya.
Kepada reporter, Paus Leo mengatakan bahwa ia sudah membaca kabar tentang Nvidia yang meluncurkan alat baru untuk menjaga model AI agar tidak lepas kendali. Namun, ia mempertanyakan komitmen Huang terhadap keselamatan AI mengingat komentarnya baru-baru ini.
"Dia juga sama saja, yang mengatakan bahwa seharusnya tidak ada batasan dan tidak ada regulasi pemerintah," ucap Paus Leo.
Eksekutif dari perusahaan AI ternama seperti CEO OpenAI Sam Altman dan CEO Anthropic Dario Amodei kompak menyerukan agar pengembangan AI direm. Pekan lalu keduanya tampil di hadapan Dewan Keamanan PBB demi memperjuangkan kerja sama global untuk pengamanan AI.
Namun, dorongan untuk kolaborasi internasional terkait pengamanan AI terhambat oleh Trump, yang menyebut peringatan bahwa teknologi tersebut dapat mengancam umat manusia sebagai "hoax" dan "skema globalis untuk mengendalikan kecerdasan super".
Paus Leo mengaku tidak panik terkait kekhawatiran tentang AI, tapi ia mendesak pemimpin dunia untuk mempromosikan dialog, studi, investigasi, dan mencari cara agar AI tidak sampai menghancurkan manusia.
Ini bukan pertama kalinya Paus Leo menaruh perhatian besar pada AI. Pada bulan Mei, ia mengeluarkan ensiklik yang menyatakan bahwa AI tidak netral dan harus diawasi melalui regulasi yang kuat untuk memastikan AI melayani umat manusia dan bukan malah menghancurkannya.