Menurut Tipi, hasil liga tersebut dapat menjadi salah satu acuan untuk melihat peringkat atlet di tingkat nasional sekaligus menjadi bahan pertimbangan dalam proses pemilihan atlet tim nasional.

β€œJuara-juara dari Liga Surfing Indonesia ini akan menjadi salah satu atlet dengan ranking tertinggi juga di ranking Indonesia. Jadi, ini juga menjadi salah satu cara untuk melihat peringkat atlet,” ujarnya.

Ia menegaskan peringkat Liga Surfing Indonesia bukan satu-satunya penentu pemilihan atlet tim nasional. Prestasi peselancar di kompetisi internasional, khususnya pada level tertinggi WSL, tetap menjadi pertimbangan utama.

Tipi mencontohkan Rio Waida yang berkompetisi di World Championship Tour (WCT) sebagai atlet dengan peringkat tertinggi nasional. Namun, Rio tidak dapat mengikuti Liga Surfing Indonesia karena ketentuan kompetisi bagi peselancar yang berlaga di WCT.

Sementara itu, Liga Surfing Indonesia tahun ini diperkirakan diikuti hampir 100 atlet yang berkompetisi dalam delapan divisi, yakni Under 10, junior putra dan putri, master, open putra dan putri, serta longboard putra dan putri.