Akibat kenaikan harga tersebut, tambah Kholifah, daya beli pelanggan menurun dari biasanya membeli sayuran 1 kg, kini hanya 1/2 kg. Selanjutnya berdampak pada omzet pedagang yang menurun lebih dari 20 persen.

"Jadi kalau begini, omzet menurun drastis sekitar lebih 20 persen. Amsyong kalau begini terus," keluhnya.

Hal senada disampaikan pedagang Warteg di Jalan Darusallam II, Kecamatan Batuceper, Andini merasa keberatan lantaran belakangan harga bahan pokok dagangannya serba naik. Terlebih lagi, dirinya tidak bisa menaikkan harga dagangan karena khawatir pelanggan kabur.

"Saya ngerasa keberatan lah, kalau apa-apa naik. Bahan pokoknya itu, kan beras naik, dulu 50 kg Rp600 ribu sekarang Rp750 ribu, terus minyak yang biasa Rp14 ribu sekarang Rp19 ribu. Belum lagi bahan-bahan bumbu, kayak bawang putih, kemiri, serai, semuanya pada naik," gerutu Andini.