Sementara itu, Andini enggan mengurangi takaran bumbu masakannya demi menekan anggaran belanja bahan baku. Jika itu ia lakukan, dikhawatirkan rasa dan kualitas dari produk jualannya berkurang, sehingga berisiko dikomplain pelanggan.
Untuk itu, ia mengaku untuk merelakan omzet turun dibandingkan harus mengorbankan kualitas produk demi memastikan usahanya terus berjalan, tanpa harus kehilangan pelanggan.
"Jadi, paling ngurangin keuntungan saya, dari biasa dapat Rp300 ribu sekarang Rp200 ribu per hari," tandas Andini.
Para pedagang juga meminta pemerintah bekerja ekstra untuk menekan kenaikan harga, sehingga masyarakat kecil tidak menjadi korban pelemahan ekonomi.