Keberadaan lapak pedagang di trotoar selama ini memenuhi ruang pedestrian dan berdampak pada lalu lintas karena adanya kendaraan pembeli serta aktivitas bongkar muat di sekitar lokasi.

Rencana relokasi menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Jakarta Pusat menata kawasan Pasar Nangka Bungur, yang telah direvitalisasi dan memiliki fasilitas tempat usaha bagi pedagang.

Namun, sebagian pedagang memilih berjualan di trotoar meski telah memiliki kios atau los di dalam pasar karena lokasi pinggir jalan dinilai lebih mudah dijangkau konsumen.