Mukroni mengatakan kenaikan harga cabai cukup memukul pedagang warteg. Sebab, cabai merupakan bahan utama yang sulit dikurangi penggunaannya, terutama untuk sambal, balado, dan berbagai masakan tumisan.
Pedagang pun berada dalam posisi serba salah. Jika harga makanan dinaikkan, mereka khawatir pelanggan akan beralih. Sementara jika porsi sambal atau penggunaan cabai dikurangi pelanggan berpotensi mengeluh.
"Akhirnya sebagian besar pedagang memilih menyerap kenaikan biaya produksi ini sendiri, yang berakibat langsung pada tergerusnya keuntungan harian," katanya.
Mukroni berharap pemerintah memastikan pasokan cabai dari daerah sentra produksi tetap lancar. Distribusi juga perlu dijaga agar harga cabai di tingkat konsumen segera kembali stabil dan terjangkau.