NADIKABAR.COM — Seorang wanita warga desa di Kecamatan Saradan, Madiun jadi korban penipuan lewat kencan online di media sosial. Wanita berinisial SH yang merupakan pegawai bank BUMN itu mengalami kerugian hingga Rp 31 juta lebih digondol pelaku berinisial AWN (28), warga Wonogiri ngaku pegawai BUMN yang ternyata seorang residivis curanmor.

Kapolres Madiun AKBP Ridwan Maliki mengatakan bahwa pria tersebut telah diringkus oleh Satreskrim Polres Madiun. Ridwan mengatakan bahwa penangkapan pelaku dilakukan polisi di Solo.

"Penangkapan tersangka berawal dari laporan korban asal Madiun yang mengalami kerugian puluhan juta rupiah. Korban teperdaya oleh tipu muslihat pelaku yang berkenalan melalui aplikasi kencan Bumble," ujar Maliki kepada NadiKabar, Kamis (3/9/2026).

Maliki mengatakan bahwa korban yang merupakan pegawai Bank BUMN itu, terpesona oleh bujuk rayu pelaku yang mengaku sebagai pegawai Bank BUMN di Solo. Kepada Polisi korban mengaku mentransfer uang kepada pelaku secara bertahap saat diminta.

"Uang total puluhan juta dari korban di transfer bertahap saat pelaku butuh uang dengan alasan kehabisan tabungan. Pelaku mengaku pegawai IT Bank," ungkap Maliki.

Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Agung Hartawan saat penyelidikan dan penangkapan pelaku sempat melarikan diri dan berpindah tempat tinggal. Pelaku sempat melarikan diri saat digerebek. Namun petugas berhasil meringkusnya beserta barang bukti sisa uang hasil kejahatan sebesar Rp19,1 juta dan dua unit ponsel.

"Alhamdulillah pelaku telah kita amankan beserta barang bukti uang hasil kejahatan Rp 19,1 juta beserta dua ponsel," jelas Agung.

Disampaikan oleh Agung, Pelaku diketahui merupakan residivis kasus curanmor dan penggelapan dan beralih modus kencan lewat aplikasi online. Pelaku dijerat Pasal 492 dan/atau Pasal 486 UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana maksimal 4 tahun penjara.

"Pelaku yang residivis dijerat ancaman pidana 4 tahun penjara," kata Agung.

Agung menambahkan saat ini Satreskrim Polres Madiun masih melakukan pengembangan dan korban diperkirakan bertambah. "Kemungkinan masih ada korban lainnya. Kita himbau masyarakat untuk hati - hati banyak modus kejahatan," tandas Agung.