Ia menjelaskan BP Batam dan Pemerintah Kota Batam telah menawarkan sekitar 25 hektare lahan yang dapat dimanfaatkan sementara untuk kegiatan pertanian masyarakat setempat sebelum pengembangan industri dilaksanakan. Peluang tersebut dapat dikaji lebih lanjut untuk mendukung kegiatan pembibitan, pengembangan komoditas yang sesuai dengan kondisi lahan, serta kegiatan pertanian produktif bagi masyarakat.
Pengembangan tersebut diharapkan dapat membantu warga mempertahankan dan memperluas sumber penghidupan selama proses pembangunan kawasan berlangsung. Selain pertanian, Kementerian Transmigrasi juga mendorong pengembangan ekonomi perikanan dan kelautan melalui kolaborasi lintas kementerian, termasuk dukungan kapal bagi masyarakat pesisir.
Menurut Iftitah, pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa setiap kawasan memerlukan pendekatan yang berbeda, tetapi tetap memiliki tujuan yang sama, yaitu menciptakan kegiatan ekonomi produktif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pendidikan, Industrialisasi, dan Pasar sebagai Penggerak Pertumbuhan
Dari rangkaian kunjungannya ke Tiongkok, Iftitah melihat pentingnya menghubungkan pendidikan, industrialisasi, dan kebutuhan pasar dalam membangun ekonomi yang berkelanjutan.
Pendidikan dan penelitian diperlukan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat serta produktivitas. Industrialisasi dibutuhkan untuk menciptakan nilai tambah dan membuka lapangan kerja. Sementara itu, permintaan pasar dan daya beli menjadi faktor penting agar kegiatan produksi dapat berkembang secara berkelanjutan.
"Pendidikan adalah kunci pembangunan. Kedua, menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan melalui industrialisasi. Ketiga, yang baru saya pelajari dari kunjungan ini, adalah mengenai konsumsi," kata Iftitah.
Menurutnya, peningkatan produksi pertanian perlu disertai kepastian pasar, baik melalui industri pengolahan di dalam negeri maupun perluasan akses perdagangan internasional. Tanpa keterhubungan tersebut, peningkatan produksi belum tentu menghasilkan peningkatan pendapatan bagi petani.
Karena itu, transformasi transmigrasi diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi yang menghubungkan lahan, tenaga kerja, riset, teknologi, investasi, industri, dan pasar dalam satu perencanaan kawasan.
Iftitah berharap pembelajaran dari Chongqing serta penjajakan kerja sama dengan mitra Tiongkok dapat membantu mempercepat pengembangan pertanian modern dan industri berbasis potensi daerah di Indonesia.
Namun, penerapan teknologi dan model pembangunan tersebut tetap harus disesuaikan dengan karakteristik lahan, kebutuhan masyarakat, kesiapan infrastruktur, dan kelayakan ekonomi masing-masing kawasan.
Bagi Iftitah, tujuan akhirnya bukan sekadar menghadirkan teknologi modern atau meningkatkan jumlah investasi, melainkan memastikan masyarakat dapat menghasilkan lebih banyak, memperoleh pendapatan lebih baik, dan memiliki kesempatan kerja yang lebih luas.
"Jika kita konsisten, kita tidak akan kalah dengan produk-produk dari luar negeri," pungkasnya.