"Walaupun kekhawatiran akan keselamatannya, kekhawatiran akan bagaimana dia di tempat tinggalnya masih ada," tuturnya.

Terkait pemeriksaan di dalam ruangan, tim menyebut materi pertanyaan banyak menggali lingkungan terdekat korban.

"Cerita yang kami dengar banyak pertanyaan soal keluarga, soal bagaimana hubungan klien kami dengan keluarga, terus bagaimana support dari keluarga. Jadi banyak pertanyaan dari psikolog mengarah pada bagaimana hubungan klien dengan keluarga," beber Thulus Pardosi.

Mengenai kesimpulan diagnosis dan program pemulihan trauma korban, pihaknya masih menunggu dokumen resmi dari tim psikolog yang akan diserahkan kepada pihak lembaga dalam beberapa hari ke depan.