Diperkirakan 5-6 juta orang telah dimakamkan di sana selama periode tersebut. Jumlah itu mencakup tokoh agama dan sejarah, raja, hingga korban konflik modern.Wadi-us-Salaam bukan sekadar kompleks makam dengan jumlah jenazah yang sangat banyak. Lapisan pemakamannya juga merekam sejarah panjang Irak dan kawasan sekitarnya.

Di antara orang-orang yang dimakamkan di sana terdapat tokoh agama dan sejarah, termasuk Muhammad Baqir al-Sadr, ulama dan aktivis politik Irak yang dieksekusi pemerintahan Saddam Hussein pada 1980.

Di sini juga ada makam yang diyakini berkaitan dengan Hud dan Salih, dua nabi yang dihormati di agama Islam. Sejarah modern juga meninggalkan jejak yang jelas. Ada bagian pemakaman yang dikhususkan bagi mereka yang tewas dalam Perang Iran-Irak pada 1980-an, serta bagian lain untuk korban pemberontakan kelompok Syiah terhadap Saddam Hussein pada 1991.

Ketika Perang Irak mencapai puncaknya, aktivitas pemakaman di Wadi-us-Salaam bahkan meningkat drastis. Pada masa tersebut, hingga 250 jenazah dapat dimakamkan setiap hari.

Saat kelompok ISIS menguasai sebagian wilayah Irak pada 2014, angka pemakaman dilaporkan masih mencapai sekitar 200 jenazah per hari. Besarnya Wadi-us-Salaam bukan hanya karena sejarah masa lalunya. Kompleks ini merupakan pemakaman yang masih aktif.