Artinya, jutaan makam yang telah ada tidak membuat aktivitas pemakaman berhenti. Jenazah baru terus berdatangan, menjadikan kawasan tersebut seperti kota yang terus tumbuh, tetapi dengan penduduk yang telah meninggal.
Guinness World Records mencatat Wadi al-Salam telah digunakan secara berkelanjutan sejak abad ke-7. Makam-makamnya memiliki beragam bentuk, mulai dari makam sederhana hingga ruang bawah tanah, makam keluarga, dan mausoleum.
Bahkan, beberapa makam dan ruang bawah tanah dapat menampung banyak jenazah dalam satu kompleks keluarga. Karena ukurannya yang luar biasa, jumlah pasti orang yang telah dimakamkan di Wadi-us-Salaam sulit dihitung. Sumber sejarah dan penelitian sebelumnya memberikan angka yang berbeda-beda, sehingga angka 5-6 juta pun sebaiknya dipahami sebagai perkiraan, bukan sensus pasti.
Yang tidak terbantahkan adalah skalanya. Dari citra satelit NASA, Wadi-us-Salaam terlihat sebagai bentangan makam yang sangat luas di Najaf. NASA menyebut kawasan tersebut mencakup sekitar 10 kilometer persegi dan memiliki lebih dari 6 juta makam, sementara Guinness menggunakan angka luas 9,17 kilometer persegi dan menyebut jutaan jenazah.
Perbedaan angka tersebut menunjukkan satu hal penting, menghitung jutaan makam yang tersebar selama lebih dari 14 abad bukan pekerjaan sederhana.Namun, Wadi-us-Salaam tetap menjadi contoh luar biasa bagaimana satu kawasan dapat menjadi rekaman fisik perjalanan manusia selama lebih dari satu milenium, dan bahkan hingga hari ini, sejarahnya masih terus bertambah satu makam demi satu makam.