NADIKABAR.COM — Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan rencana pembatasan pembelian Pertalite bagi kelompok masyarakat desil 9 dan 10 menunggu data yang akurat.

"Itu masih di-exercise. Karena apa? Kita ingin subsidi itu harus tepat sasaran. Nah salah satu cara untuk membuat tepat sasaran data kita harus valid," ujar Bahlil di Gedung Nusantara I DPR, Jakarta Pusat, Senin (31/8/2026) dikutip NadiKabar.

Bahlil mengungkapkan, saat ini pemerintah tengah memeriksa data pengelompokan masyarakat berdasarkan desil. Data ini krusial sebab jadi dasar penentuan siapa saja yang masih boleh menikmati Pertalite bersubsidi dan siapa yang harus beralih ke BBM nonsubsidi.

"Nah desilnya ini yang kita lagi ngecek terus jangan sampai harapan kita baik, tapi ternyata implementasinya karena datanya yang tidak valid membuat sesuatu yang tidak sesuai harapan kita," terang Bahlil.