NADIKABAR.COM — Utusan Khusus Presiden untuk Perdagangan Internasional dan Kerja Sama Multilateral Mari Elka Pangestu mengatakan pemerintah akan memanfaatkan lahan terdegradasi untuk produksi pangan yang menjadi bahan baku bahan bakar nabati atau biofuel, sehingga pengembangan energi tidak perlu dilakukan melalui pembukaan lahan baru.
Dalam Indonesia International Sustainability Forum di Jakarta, Selasa, ia mengatakan Indonesia memiliki lebih dari 12 juta hektare lahan terdegradasi yang berpotensi dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi pangan dan biofuel.
Menurut dia, pemerintah berkomitmen meningkatkan produksi pangan untuk biofuel tanpa melakukan deforestasi untuk membuka lahan baru.
“Kami berkomitmen untuk tidak lagi melakukan deforestasi demi memperluas produksi pangan. Artinya, rencana pengalokasian 2 juta hektare yang diumumkan tahun lalu untuk produksi pangan kini tidak lagi diperlukan,” kata Mari Elka.
Ia mengatakan rencana tersebut telah dibahas dengan Menteri Pertanian dan Menteri Kehutanan. Keduanya, kata dia, telah menyepakati bahwa produksi pangan yang digunakan sebagai bahan baku nabati ke depan akan diarahkan pada pemanfaatan lahan terdegradasi.
Menurut dia, pemanfaatan lahan tersebut juga akan menjadi bagian dari program Kementerian Kehutanan terkait aforestasi, reforestasi, dan revegetasi.