Saat ini, Indonesia telah menjalankan program biodiesel 50 persen atau B50 sejak Juli lalu dan sedang menyiapkan penerapan bioetanol 20 persen atau E20. Selain itu, pemerintah berencana meningkatkan tingkat campuran menjadi B60 pada tahun depan.
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) memperkirakan implementasi B60 akan membutuhkan pasokan sekitar 22 hingga 23 juta ton crude palm oil (CPO).
Sementara itu, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) memproyeksikan produksi CPO nasional hanya berkisar 60 juta ton pada 2045 salah satunya akibatnya adalah keterbatasan lahan.
Sementara itu, Koalisi Transisi Bersih memperkirakan penerapan B50 saja membutuhkan tambahan lahan sawit 5,36 juta hektar hingga 2039, dengan potensi deforestasi 1,5 juta hektar
Untuk menopang kebutuhan energi nabati nasional, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan akan menyiapkan pengembangan lahan hingga 2 juta hektare untuk memperkuat industri bioetanol nasional.