Zulhas mengatakan bantuan pangan ini menyasar 33,2 juta keluarga dari desil 1 hingga desil 4 di seluruh Indonesia. Dengan begitu volume beras yang disalurkan bisa mencapai sekitar 1 juta ton.
"Ada 1 juta ton untuk desil 1 sampai desil 4. Tolong dicatat betul ini diberitakan agar keluarga yang memerlukan ketenangan. Untuk 33,2 juta keluarga, masing-masing dapat Oktober, November, Desember 10 kilo, jadi 30 kilo sekaligus bantuan pangan," jelasnya.
Selain mempercepat penyaluran bantuan pangan, pemerintah melalui Bulog akan melakukan operasi pasar dengan menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 1 juta ton. Hal ini dilakukan untuk meredam kenaikan harga beras di tengah fenomena El Nino yang saat ini sedang terjadi.
"Dipercepat SPHP yang di pasar Rp 15.000, Bulog menjual Rp 12.500. Jumlahnya juga 1 juta ton. Jumlahnya 1 juta ton. Ya, ini untuk mempertegas saja," ucap Zulhas.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menjelaskan inflasi nasional secara year-on-year (yoy) pada September berada di angka 3,28%. Menurutnya angka ini masih dalam rentang target pemerintah yakni 1,5% hingga 3,5%.
Meski begitu jika dilihat secara bulanan, inflasi nasional tercatat naik tipis sebesar 0,30% pada periode Agustus ke September. Kenaikan tersebut sebagian besar disumbang oleh sektor makanan dan minuman, khususnya komoditas cabai merah dan cabai rawit akibat musim kering di beberapa daerah sentra produksi, serta kenaikan harga beras tipis di sejumlah wilayah akibat musim kemarau.