Capaian ini menunjukkan bahwa pemulihan pariwisata Indonesia terus berlanjut dan semakin mendekati tonggak pencapaian penting.

Kontribusi pariwisata juga tercermin dari pergerakan ekonomi domestik, penerimaan devisa, dan penciptaan lapangan kerja. Sepanjang tahun 2025, perjalanan wisatawan nusantara mencapai 1,2 miliar perjalanan, menghasilkan devisa pariwisata sebesar USD18,28 miliar, serta mendukung 25,91 juta lapangan kerja.

Sektor ini berkontribusi langsung sebesar 3,97 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), sementara nilai investasi sektor ini mencapai Rp73,55 triliun.

Momentum positif tersebut berlanjut pada 2026, di mana perjalanan wisatawan nusantara mencapai 842,15 juta perjalanan hingga Agustus, meningkat 4,29 persen, dengan devisa pariwisata pada semester I 2026 mencapai USD8,43 miliar.

Investasi sektor pariwisata juga tumbuh 16,64 persen, menegaskan potensi pariwisata dalam mendorong penciptaan lapangan kerja, pembangunan daerah, dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Untuk mengoptimalkan potensi itu, pariwisata ditempatkan sebagai salah satu penggerak strategis pertumbuhan ekonomi, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Pada 2026, sektor pariwisata ditargetkan menarik 16-17,6 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan berkontribusi sebesar 4,5-4,7 persen terhadap PDB. Pencapaian target-target tersebut tentu membutuhkan kebijakan terkoordinasi yang mampu mendorong permintaan sekaligus meningkatkan kualitas pariwisata.

Guna mendorong permintaan dan memperkuat konektivitas, Pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun, mencakup diskon transportasi dan insentif perpajakan untuk mendorong perjalanan wisata domestik.