"Terutama yang terkait dengan inflasi pangan, ini yang mengena langsung pada masyarakat. Masyarakat di (lapisan) tengah ke bawah ini memang benar-benar harus dikendalikan," sambung Juda
"Sebab itu, soal pengendalian harga pangan ini 'kan terus dilakukan oleh pemerintah dengan Bank Indonesia, Kementerian Dalam Negeri, dan seterusnya," tambahnya.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kelompok pengeluaran yang mendorong inflasi pada September 2026 adalah makanan, minuman dan tembakau, dengan inflasi sebesar 0,88% dan memberikan andil inflasi sebesar 0,26%.