Menurut Amran, pengembangan etenol ini menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian energi. Proyek ini disebut bisa menghemat devisa mencapai US$ 30 miliar atau sekitar Rp 500 triliun per tahun.

"Etanol ini butuh lahan 1-2 juta hektar dengan tiga komoditas strategis. Insya Allah kita akan bangun pabriknya kita gerakan masif di seluruh Indonesia. Iya, lahan baru," ungkap Amran usai rapat di kediamannya di Kalibata, Jakarta, Senin (21/9).