NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), mengatakan pemerintah akan membuka lahan baru untuk mendukung campuran bahan bakar minyak (BBM) etanol 20% atau E20. Langkah ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tebu sebagai bahan baku produksi gula sekaligus etanol.

Zulhas menjelaskan, bahan baku etanol untuk campuran E20 tidak hanya berasal dari tebu, tetapi juga singkong dan komoditas lainnya. Namun ia mengatakan pasokan bahan baku saat ini masih terbatas.

"Ya kebunnya ditambah, ya E20 itu ya antara lain bisa dari tebu, bisa dari singkong, bisa dari yang lain. Kalau sekarang kan kurang kan, jadi kalau kita mau tebu ya harus buka kebun baru," ungkap Zulhas kepada wartawan di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Dalam kesempatan terpisah, Zulhas mengatakan E20 menjadi salah satu dari lima mesin pertumbuhan yang memperkuat daya saing Indonesia. Kelima mesin pertumbuhan itu di antara hutan dan lahan, energi salah satunya B50 dan E20, industri hijau, sektor strategis pertanian, hingga pengelolaan limbah sampah.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah akan membuka lahan baru seluas sekitar 1-2 juta hektare untuk menanam tiga komoditas utama bahan baku E20, yakni tebu, singkong, dan jagung. Pemerintah juga akan mendorong pembangunan pabrik etanol di berbagai daerah dengan melibatkan investasi dari swasta dan BUMN.

Menurut Amran, pengembangan etenol ini menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian energi. Proyek ini disebut bisa menghemat devisa mencapai US$ 30 miliar atau sekitar Rp 500 triliun per tahun.

"Etanol ini butuh lahan 1-2 juta hektar dengan tiga komoditas strategis. Insya Allah kita akan bangun pabriknya kita gerakan masif di seluruh Indonesia. Iya, lahan baru," ungkap Amran usai rapat di kediamannya di Kalibata, Jakarta, Senin (21/9).