Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terus berfungsi secara optimal sebagai shock absorber melalui penyaluran subsidi, kompensasi, perlindungan sosial, stabilisasi harga pangan, hingga berbagai program penciptaan lapangan kerja.
Selain itu, investasi juga diperkirakan tumbuh kuat seiring dengan berjalannya proyek hilirisasi serta pembangunan infrastruktur yang masuk dalam program prioritas pemerintah.
"Di sisi eksternal, kinerja ekspor nonmigas meningkat dan semakin didorong untuk memanfaatkan momentum kenaikan harga dan permintaan komoditas ekspor," terang Suahasil.
Optimisme pertumbuhan ekonomi ini turut dikuatkan oleh sejumlah indikator riil di dalam negeri. Penjualan kendaraan bermotor, seperti mobil dan motor, tercatat tumbuh tinggi masing-masing sebesar 28,1% yoy dan 15,4% yoy pada bulan September.