Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah memperkuat basis data penerima LPG 3 kg sebagai upaya membenahi tata kelola distribusi agar penyaluran barang bersubsidi tersebut dapat tepat sasaran.
Proyeksi hingga akhir 2026, penyaluran LPG 3 kg akan mencapai 8,677 juta ton atau 108,46 persen dari kuota. Dikutip dari Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, kuota volume LPG 3 kg dituliskan sebesar 8,9 juta ton, lebih tinggi apabila dibandingkan dengan kuota LPG 3 kg pada APBN 2026.
Transformasi pendistribusian LPG sudah dimulai sejak 1 Maret 2023 dengan dua tahapan. Tahap pertama adalah pendataan pengguna LPG 3 kg ke dalam sistem berbasis web dan pelaksanaan pembelian LPG 3 kg sesuai hasil pendataan.Β Tahap kedua adalah pemadanan data dan pensasaran pengguna LPG tertentu, sehingga laju konsumsi LPG tahunan dapat ditekan.