Dia mengatakan pemulihan dilakukan secara bertahap. Trenggono menargetkan 15.446 hektare tambak dan kolam kembali beroperasi pada akhir tahun 2026.
"1.030 unit keramba aktif kembali, 651 unit mesin dan kapal, 2.146 unit alat tangkap tersalurkan, 375 paket sarana pengolahan tersalurkan, 1.500 unit coolbox tersalurkan, dan 506 rumah perebusan garam aktif kembali. Pada 2027 dan 2028, rehabilitasi tambak, keramba, mesin dan kapal, alat tangkap, sarana pengolahan, serta sarana pergaraman akan kami lanjutkan secara bertahap," ujarnya.
Dia mengatakan Kementerian Kelautan dan Perikanan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 371,8 miliar pada tahun 2026. Dia mengatakan penerima manfaat akan bertambah hingga 17.948 petambak, 638 nelayan, dan 15 unit pengolahan dan pemasaran ikan
Trenggono kemudian menjelaskan progres perbaikan yang telah dilakukan. Dia menyebut tambak dan kolam dengan luas sekitar 5.800 hektare telah kembali beroperasi di 27 kabupaten/kota.