"Di perbankan memang dulunya dilihat sebagai sunset industry. Nah, itu juga untuk dikembalikan agar Bank Himbara dan juga bank nasional lainnya memberikan pinjaman, terutama dalam rangka perbaikan mesin-mesin yang sudah cukup tua," tutur Rosan.

Rosan menilai langkah ini sebagai upaya untuk mengejar ketertinggalan daya saing produk tekstil dan garmen Indonesia di kancah global.

"Karena memang kita bicara masalah daya saing atau competitiveness dari produk tekstil garmen kita mungkin yang agak ketinggalan. Nah, oleh sebab itu bagaimana ini penyempurnaannya dari segi Himbara-nya," jelas Rosan.