Selain pertanian, Izham juga melihat peluang kolaborasi dalam sejumlah sektor lain, seperti pariwisata, ekowisata, peternakan, dan perdagangan.
"Kami melihat banyak sekali potensi yang bisa dieksplorasi di Banyuwangi. Awalnya fokus kami pada pertanian, tetapi setelah melihat berbagai hal di sini, ternyata ada banyak bidang lain yang bisa dikembangkan bersama," katanya.
Sementara itu, Mujiono mengatakan pertemuan ini dapat menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman untuk meningkatkan produktivitas pertanian kedua wilayah.
"Mari kita saling belajar, teknologi pertanian apa yang sekiranya bisa kita terapkan di masing-masing negara. Kami juga berharap pertemuan ini bisa memberikan insight baru yang mendukung pengembangan Banyuwangi, utamanya di sektor pertanian," ucap Mujiono.