"Karena masalah beras yang paling penting. Perintah Bapak Presiden agar bergerak cepat, menyelesaikan masalah. Dan alhamdulillah, kami sudah cek langsung. Kami sudah hitung kekuatan kita di sini sampai 1 tahun aman bahkan lebih. Jadi insya Allah aman," kata Amran.
Adapun stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) secara nasional sangat mumpuni untuk penggelontoran bantuan bencana dan keadaan darurat. Per 21 Agustus, total stol CBP masih di angka 5,17 juta ton, sehingga pemerintah siap membantu masyarakat melalui berbagai program.
Sejak Januari tahun ini sampai 21 Agustus, total penggelontoran CBP totalnya telah mencapai 1,65 juta ton. Rinciannya terdiri dari realisasi penjualan beras program SPHP pada Januari-Februari yang 221,05 ribu ton. Kemudian realisasi SPHP beras Maret sampai Agustus yang mencapai 678,12 ribu ton.
Ada pula realisasi program bantuan pangan tahap pertama 662,86 ribu ton dan bantuan pangan tahap kedua yang telah mulai berjalan di 32,25 ribu ton. Terakhir, penyaluran bantuan bencana dan keadaan darurat 11,39 ribu ton dan golongan anggaran 53,68 ribu ton.
Ini belum termasuk rencana salur bantuan pangan beras tahap kedua sebanyak 997,2 ribu ton kepada 33,24 juta keluarga masing-masing 10 kg dengan alokasi 3 bulan. Dengan begitu, pemerintah bersama Perum Bulog nantinya dapat menyalurkan CBP hingga lebih dari 2 juta ton dari total stok saat ini yang masih ada di angka lebih dari 5 juta ton.