NADIKABAR.COM — Selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, pemerintah berupaya menjamin ketersediaan pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Salah satu perkembangannya terlihat dari proyeksi neraca pangan nasional 2026 yang menunjukkan produksi delapan komoditas pangan melampaui kebutuhan dalam negeri.
Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas) tentang proyeksi neraca pangan 2026, produksi kedelapan komoditas tersebut telah melampaui kebutuhan nasional. Hal ini menjadi salah satu indikator perkembangan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan.
Adapun delapan komoditas yang telah mencapai swasembada meliputi beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
Secara keseluruhan, produksi kedelapan komoditas itu diproyeksikan mencapai 72,91 juta ton, sementara kebutuhan nasional berada di angka 68,22 juta ton. Dengan demikian, terdapat surplus agregat sekitar 4,69 juta ton.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan capaian swasembada tersebut menjadi salah satu perkembangan penting dalam penguatan kemandirian pangan nasional.
"Pangan kita sudah berhasil swasembada di 8 komoditas. Beras sudah penuh swasembada," kata Zulhas dalam keterangannya, Kamis (29/10/2026).
Neraca produksi sejumlah komoditas strategis menunjukkan pasokan dalam negeri diproyeksikan mampu memenuhi, bahkan melampaui, kebutuhan masyarakat. Kondisi tersebut menjadi salah satu modal bagi pemerintah untuk menjaga ketersediaan pangan, memperkuat stabilitas pasokan, serta mengantisipasi gejolak harga.
Pada komoditas jagung, misalnya, produksi diproyeksikan mencapai 18 juta ton, sedangkan kebutuhan nasional sebesar 16,44 juta ton. Selisih tersebut menghasilkan surplus sekitar 1,56 juta ton.