Tingginya jumlah korban jiwa bahkan sempat memaksa proses penggalian beberapa kali dihentikan sementara karena kamar jenazah setempat kehabisan kapasitas.
Pada Januari 2026, Mackenzie kembali didakwa terkait penemuan 52 jenazah lainnya di sebuah desa dekat lokasi kejadian.
Kasus ini memicu tuntutan di Kenya agar pemerintah memperketat peraturan terhadap organisasi keagamaan. Desakan itu muncul setelah terungkap bahwa Mackenzie pernah dua kali ditangkap sebelumnya, tetapi kemudian dibebaskan.
Pada 2017, ia ditangkap atas dugaan melakukan "radikalisasi", tetapi akhirnya dibebaskan dari semua tuduhan. Ia kembali ditangkap pada 2019 terkait kematian dua anak di Shakahola, tetapi kembali dibebaskan dengan jaminan.
Sidang pembacaan vonis terhadap Mackenzie dijadwalkan berlangsung pada 6 November 2026.
Artikel ini pertama kali ditulis dalam bahasa Inggris