NADIKABAR.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung berencana membentuk Badan Pengawas Wisata Tirtha (Balawista). Langkah ini diambil buntut insiden pasangan suami istri (pasutri) yang tewas terseret arus di Pantai Goa Lawah, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali, akhir pekan lalu.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Klungkung I Gusti Agung Gde Putra Mahajaya mengungkapkan rencana pembentukan Balawista sudah disiapkan sejak lama. Namun, Pemkab Klungkung belum bisa merekrut tenaga Balawista karena terbentur aturan outsourcing pemerintah yang hanya mencakup petugas kebersihan, pengemudi, dan satpam.
Sebagai solusi, Dispar Klungkung menyiapkan skema kerja sama pengelolaan destinasi dengan Desa Adat Pesinggahan. "Nanti kami minta Balawistanya dibentuk oleh desa adat melalui pola kerja sama itu," ujar Gusti Mahajaya kepada NadiKabar, Senin (31/8/2026).
Mahajaya mengatakan petugas Balawista yang akan direkrut wajib memiliki kompetensi khusus penyelamatan perairan. Menurutnya, pelatihan dan mitigasi penanganan kedaruratan di wilayah perairan bakal melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Basarnas.
"Kalau tidak ada kendala, tahun ini pola kerja sama dengan desa adat rampung. Setelah itu baru bentuk Balawista ini," kata Mahajaya.
Diketahui, kawasan Pantai Goa Lawah selama ini dijaga oleh pecalang dari Desa Adat Pesinggahan. Pantai Goa Lawah sendiri menjadi salah satu lokasi ritual keagamaan umat Hindu di Bali.
Sebelumnya, I Nengah Rima (60) dan Ni Nyoman Simpen (55) tewas terseret ombak saat hendak membasuh kaki di Pantai Goa Lawah pada Jumat (28/8). Rima dan Simpen merupakan pasutri asal Desa Pinggan, Kintamani, Bangli.
Peristiwa tragis itu terjadi saat rombongan keluarga pasutri itu beristirahat di rest area Goa Lawah. Saat berada di bibir pantai, ombak ganas tiba-tiba datang dan menyeret tubuh pasutri tersebut ke tengah laut.
Tokoh masyarakat Desa Pesinggahan, I Putu Juliadi, mengungkapkan kawasan pesisir Pantai Goa Lawah tergolong sangat rawan karena menjadi titik pertemuannya arus laut dari sisi barat dan timur. Pantai Goa Lawah memiliki karakteristik ombak selatan yang agresif, gelombang tinggi (swell) mendadak, serta palung laut dalam di dekat bibir pantai.
"Saat kejadian itu ada arus dari barat dan timur di titik lokasi itu. Arus seperti itu menyeret korban ke tengah laut," jelas Juliadi.
Papan peringatan bahaya sebenarnya sudah terpasang di area tersebut. Sebelum insiden ini, kejadian serupa juga pernah menewaskan seorang remaja saat ritual Banyupinaruh pada 2017 silam.