NADIKABAR.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur menindaklanjuti kerusakan sejumlah infrastruktur pengendali lahar Gunung Semeru yang masih dalam proses pembangunan dan kerusakan tersebut akibat terjangan banjir lahar dingin Semeru di aliran Besuk Kobokan pada Senin (2/11).
"Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama pihak terkait sudah melakukan asesmen untuk mengetahui tingkat kerusakan dan menentukan langkah penanganan," kata Bupati Lumajang Indah Amperawati dalam keterangan yang diterima di Lumajang, Selasa.
Ia mengatakan pihaknya bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sudah meninjau kondisi kawasan terdampak dari pos pantau, kemudian pemeriksaan juga diarahkan pada sejumlah titik bangunan pengendali, khususnya cek dam di titik S2 dan S4, karena pendataan kondisi infrastruktur diperlukan agar kerusakan dapat diketahui secara tepat dan penanganan berikutnya bisa dikoordinasikan dengan instansi berwenang.
"Setiap kerusakan perlu dipastikan melalui asesmen di lapangan, sehingga hasilnya menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan bersama pihak terkait, karena langkah asesmen dan pemantauan menjadi bagian penting dalam memastikan kondisi infrastruktur serta keselamatan masyarakat di kawasan Besuk Kobokan," katanya.
Banjir lahar dingin Semeru disertai getaran banjir dengan amplitudo maksimal sebesar 65 milimeter selama enam jam menyebabkan tanggul Sungai Glidik jebol di Dusun Pasirejo dan akses jalan menuju Taman Sari Bawah terputus sepanjang kurang lebih 200 meter.
Selanjutnya, sebanyak 117 KK dilaporkan terisolasi, tiga teras rumah roboh, dan 10 rumah berisiko ambruk, serta Jembatan Limpas Wareng tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Bupati yang akrab disapa Bunda Indah mengatakan pemantauan terus dilakukan di tengah kondisi cuaca yang masih perlu diwaspadai dan pemerintah daerah juga memperhatikan sejumlah titik lain yang berpotensi mengalami longsor, sebagai bagian dari upaya mengantisipasi dampak bencana di kawasan sekitar Gunung Semeru.
"Dalam kejadian banjir lahar tersebut, tidak dilaporkan adanya korban jiwa, termasuk dari kawasan aktivitas pertambangan. Saya mengapresiasi kesadaran masyarakat terhadap mitigasi dan kewaspadaan dalam menghadapi potensi bahaya Gunung Semeru," ujarnya.
Pemkab Lumajang mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti arahan petugas dan menjauhi kawasan aliran sungai yang berpotensi terdampak lahar dingin Semeru, apabila turun hujan deras dalam waktu cukup lama.
"Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai agar tidak lengah terhadap perubahan kondisi cuaca maupun peningkatan debit air. Masyarakat juga diminta mengikuti arahan petugas dan segera menjauh dari kawasan berisiko apabila terdapat tanda-tanda bahaya," katanya.
Sementara itu, banjir lahar Semeru yang terjadi di Besuk Kobokan mengalir melalui jalur yang telah disiapkan, sehingga tidak berdampak langsung terhadap permukiman masyarakat, sehingga kondisi tersebut menjadi salah satu aspek yang terus dipantau bersama instansi terkait.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Jawa Timur M. Noor mengatakan bahwa pelaksanaan proyek pengendalian aliran lahar Semeru secara umum berjalan dengan baik, namun dalam beberapa hari terakhir pekerjaan di lapangan menghadapi sejumlah kendala akibat cuaca hujan dan meningkatnya aktivitas aliran lahar hujan Semeru.