NADIKABAR.COM — Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat, memperkuat mitigasi bencana dan mempercepat rehabilitasi serta rekonstruksi pascabencana banjir bandang melalui koordinasi dengan pemerintah pusat guna memulihkan infrastruktur dan aktivitas sosial ekonomi masyarakat terdampak.

Bupati Solok Jon Firman Pandu di Arosuka, Selasa, mengatakan pemerintah daerah terus mengupayakan dukungan pemerintah pusat untuk mempercepat pelaksanaan program pemulihan, terutama setelah bencana pada September 2026 mempengaruhi pelaksanaan program dan penyerapan anggaran daerah.

Ia menjelaskan Pemkab Solok telah menyampaikan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) sebagai dasar perencanaan pemulihan. Pemerintah daerah juga mengupayakan pelaksanaan kembali Transfer ke Daerah (TKD) untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat terdampak.

"Alhamdulillah, melalui koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri, TKD yang sempat tertunda dapat dilaksanakan pada awal tahun mendatang," kata dia.

Selain pemulihan infrastruktur, ia menekankan pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan mengingat kondisi geografis Kabupaten Solok yang rawan bencana. Menurut dia, keselamatan masyarakat harus menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan pembangunan dan penanganan bencana.