NADIKABAR.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu menghentikan sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Padang Jati II akibat sejumlah siswa mengalami keracunan makanan beberapa waktu lalu.
Penghentian sementara tersebut dilakukan setelah Dinas Kesehatan Kota Bengkulu menerima hasil laboratorium dari Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) setempat terkait makanan yang disalurkan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi sejumlah sekolah di wilayah tersebut.
"Memang benar kita telah menerima surat hasil laboratorium BPOM dan diketahui beberapa sampel makanan ada yang tidak memenuhi syarat, ada juga yang memenuhi syarat," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Nelly Hartati di Bengkulu, Senin.
Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium BPOM Bengkulu terdapat dua dari enam sampel makanan yang diperiksa dari makanan program MBG di sekolah dasar negeri (SDN) 59 Kota Bengkulu tidak memenuhi syarat (TMS) mikrobiologi.
Ia menyebut enam sampel yang diperiksa oleh BPOM dan dua diantaranya tidak memenuhi persyaratan mikrobiologi, yaitu sayur tumis buncis dan wortel ditemukan mengandung Staphylococcus aureus sebanyak 1,8 x 10⁵ koloni per gram.
Jumlah tersebut jauh melampaui batas yang dipersyaratkan untuk dikonsumsi oleh masyaraka, yaitu kurang dari 100 koloni per gram.
Nelly mengatakan terdapat juga bakteri pada dua sampel ayam kaki naga atau sempol dan salah satunya mengandung Bacillus cereus sebanyak 1,4 x 10³ koloni per gram dan Staphylococcus aureus sebanyak 1,5 x 10³ koloni per gram.
Sedangkan untuk sampel ayam kaki naga lainnya ditemukan mengandung Staphylococcus aureus sebanyak 4,4 x 10² koloni per gram.
Dengan adanya temuan tersebut, Dinas Kesehatan Kota Bengkulu memberikan sanksi penghentian sementara operasional SPPG selama 10 hari dan masa penghentian tersebut harus dilakukan perbaikan, dan proses pengawasan serta pemantauan terhadap SPPG diperketat.
Nelly menerangkan bahwa hal tersebut dilakukan agar SPPG melakukan pembenahan sebelum kembali menjalankan pelayanan, dengan aspek pengolahan, kebersihan, penyimpanan, hingga distribusi makanan menjadi bagian yang perlu mendapat perhatian.
Sebelumnya, sebanyak tujuh siswa SDN 59 Kota Bengkulu mendapat penanganan medis di Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD) Kota Bengkulu setelah mengalami keluhan seusai mengonsumsi makanan MBG.